Musda I HIPPI Kota Cimahi Lahirkan Kepengurusan, Andy Susilo Dipercaya Jadi Nahkoda

oleh Andri Ridwan

07 September 2026 | 10:29

Proses penyerahan simbolisasi bendera dari Ketua Umum DPD HIPPI, H. Cucu Cumarna, SE., kepada Andy Susilo sebagai Ketua DPD HIPPI Kota Cimahi.

Cimahi, persis.or. id — Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI) Kota Cimahi resmi melahirkan kepengurusan.


Dalam musyawarah yang digelar di Aula Gedung B Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Sabtu (5/9/2026), Andy Susilo terpilih sebagai Ketua DPD HIPPI Kota Cimahi.


Caretaker Ketua DPD HIPPI Kota Cimahi, H. Kusmiardi, menyampaikan apresiasinya atas amanah yang diberikan untuk mempersiapkan pelaksanaan Musda I HIPPI Kota Cimahi.


Menurutnya, Musda menjadi momentum penting untuk membangun kepengurusan HIPPI yang mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam pemberdayaan ekonomi maupun dakwah.


“Kami mengapresiasi amanah sebagai caretaker untuk mempersiapkan Musda ini. Alhamdulillah, melalui musyawarah akhirnya terbentuk kepengurusan DPD HIPPI Kota Cimahi,” ujar Kusmiardi.


Ia mengatakan, dukungan dari Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (PERSIS) Kota Cimahi menjadi semangat tersendiri bagi HIPPI untuk terus berkembang.


Kusmiardi menilai, Andy Susilo merupakan salah satu kader pengusaha terbaik di Kota Cimahi yang memiliki komitmen tinggi. Karena itu, Ia optimistis Aji mampu menjalankan amanah sebagai nahkoda baru HIPPI Kota Cimahi.


“Kami optimistis Andy Susilo bisa menahkodai DPD HIPPI Kota Cimahi dengan baik. Saya mengajak seluruh anggota HIPPI Kota Cimahi untuk bersama-sama menjalankan amanah ini, menyatukan langkah dan menjadikan HIPPI sebagai wadah untuk memberdayakan niaga sekaligus dakwah,” katanya.


Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa HIPPI Kota Cimahi menjadi organisasi yang semakin solid, mandiri, dan maju.


Sementara itu, Ketua PD PERSIS Kota Cimahi, Munandar, S.Pd.I., menyambut baik lahirnya HIPPI di Kota Cimahi. Menurutnya, keberadaan organisasi pengusaha di lingkungan PERSIS menjadi kebanggaan sekaligus memiliki peran strategis dalam mendukung gerakan dakwah.


“Kami bangga dengan lahirnya HIPPI di Kota Cimahi. Insyaallah, kami akan terus memberikan dukungan agar HIPPI berkembang dan memberikan manfaat,” tutur Munandar.


Ia bahkan mempersilakan jajaran HIPPI memanfaatkan Gedung Dakwah untuk berbagai kegiatan organisasi.


Munandar juga menyampaikan bahwa para pengurus HIPPI yang menjadi tasykil PD PERSIS diharapkan dapat menjalankan tugas organisasi dengan baik sekaligus ikut berjuang dalam dakwah di Kota Cimahi.


Menurutnya, kekuatan ekonomi sangat dibutuhkan untuk menopang keberlangsungan dakwah. “Harta itu dibutuhkan untuk dakwah di Kota Cimahi. Dengan adanya HIPPI, mudah-mudahan dapat membantu perjuangan dakwah Quran dan Sunnah di Cimahi,” harapnya.


Munandar berharap HIPPI Kota Cimahi dapat tumbuh menjadi organisasi yang sukses, maju, serta senantiasa mendapatkan bimbingan Allah SWT.


Di sisi lain, Ketua Umum DPD HIPPI, H. Cucu Cumarna, SE., menegaskan bahwa keberadaan HIPPI diharapkan memberikan dampak positif terhadap gerakan ekonomi sekaligus dakwah PERSIS di Kota Cimahi.


Ia mendorong para pengusaha untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah. Menurutnya, pengusaha memiliki posisi strategis karena berperan sebagai pencipta nilai sekaligus penggerak perekonomian.


“Pengusaha adalah pencipta nilai, menggerakkan ekonomi, dan menjadi salah satu solusi bagi jam’iyyah dan bangsa,” kata Cucu.


Cucu juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi dalam menopang gerakan dakwah. Ia mengingatkan agar organisasi tidak terus bergantung pada pola penggalangan dana melalui proposal.


“Dakwah tidak akan berjalan tanpa logistik. Sampai kapan kita mau proposal minded? Ini menjadi sebuah keniscayaan bahwa PERSIS harus kembali kepada khittah untuk menggerakkan potensi ekonomi di jam’iyyah,” tegasnya.


Menurut Cucu, apabila sektor ekonomi jam’iyyah semakin maju, maka gerakan dakwah juga akan semakin mudah dijalankan.


Karena itu, Ia membuka ruang komunikasi dengan seluruh level pimpinan untuk membahas dan mengembangkan potensi ekonomi yang selama ini belum tergali secara optimal.


“Saya membuka diri kepada semua level pimpinan untuk berdiskusi, supaya jam’iyyah tidak proposal minded, tetapi mulai berbicara tentang potensi. Banyak potensi ekonomi di jam’iyyah yang belum tergali,” ujarnya.


Salah satu langkah yang didorong HIPPI adalah membangun kerja sama dengan pesantren untuk melahirkan santri-santri yang memiliki jiwa kewirausahaan atau santripreneurship.


Cucu menekankan bahwa gerakan ekonomi harus diarahkan agar mampu menciptakan keuntungan dan kemandirian, bukan sekadar bergantung pada bantuan.


“Kita tidak hanya ingin tangan di bawah, tetapi bagaimana bisa meraih keuntungan dan membangun kemandirian,” katanya.


Ia optimistis HIPPI akan semakin besar dan memberikan manfaat yang lebih luas. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya daerah yang mulai tertarik mendirikan HIPPI serta meningkatnya kapasitas para pengusaha yang tergabung di dalamnya.


“HIPPI harus menjadi lebih besar dan memberi manfaat yang besar. Sekarang semakin banyak yang ingin mendirikan HIPPI di daerah-daerah. Pengusaha HIPPI juga harus semakin naik kelas, termasuk menjadi pengusaha nasional bahkan global,” pungkasnya.


Musda I HIPPI Kota Cimahi pun diharapkan menjadi titik awal penguatan ekosistem ekonomi di lingkungan PERSIS, sekaligus memperkuat dukungan finansial bagi gerakan dakwah di Kota Cimahi.


[]

BACA JUGA:

HIPPI dan LWP Perkuat Sinergi, Kelola Dana Wakaf Produktif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Reporter: Andri Ridwan Editor: Fia Afifah Rahmah