KH Sofyan kemudian menyoroti perubahan karakter masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital. Para mubaligh kini berhadapan dengan generasi yang tumbuh dalam ekosistem media sosial, termasuk Generasi Z dan Generasi Alpha.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak berarti mengubah nilai dan substansi ajaran Islam. Tantangannya justru terletak pada bagaimana pesan dakwah disampaikan dengan metode yang relevan, komunikatif, dan mudah dipahami oleh generasi masa kini.
Dengan demikian, penguasaan ilmu tetap menjadi fondasi, sementara metode penyampaian perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Bagi KH Sofyan, dakwah yang kuat bukan hanya menyampaikan pesan keagamaan.
“Tetapi juga mampu menghadirkan bimbingan yang membawa perubahan positif bagi kehidupan umat,” tutupnya. []
BACA JUGA:PW PERSIS DKI Jakarta Apresiasi Gebrakan PD PERSIS Jakarta Pusat dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam