PC PERSIS Banjaran Gelar Seminar Kurikulum Khas Pesantren PERSIS 2026, Ajak Asatidz Perkuat Komitmen Tarbiyah

oleh Reporter

14 September 2026 | 11:33

Pelaksanaan seminar pendidikan kurikulum khas Pesantren PERSIS oleh PC PERSIS Banjaran.

Banjaran, persis.or.id — Pimpinan Cabang Persatuan Islam (PC PERSIS) Banjaran menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertajuk "Mengenal Lebih Jauh Kurikulum Khas Pesantren PERSIS 2026" pada ahad, 13 September 2026.


Bertempat di Aula Barat PC PERSIS Banjaran, Jalan Pajagalan Nomor 115, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB inj diikuti oleh para asatidz di lingkungan PC PERSIS Banjaran.


Seminar ini menghadirkan Ustadz Dr. H. Acep Saefuddin, M.Ed. sebagai narasumber utama, dengan tujuan menyamakan persepsi sekaligus memperdalam pemahaman para asatidz terhadap kurikulum khas pesantren yang menjadi ciri pendidikan PERSIS.


Kurikulum sebagai Ruh Pendidikan


Dalam sambutannya, Ketua PC PERSIS Banjaran, H.D. Pandi, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dakwah Islamiyyah, dan kurikulum menjadi ruh dari keseluruhan proses pendidikan tersebut.


"Pendidikan adalah pilar utama dalam dakwah Islamiyyah, dan kurikulum merupakan ruh dari proses pendidikan tersebut," ujarnya.


Ia mengingatkan bahwa sebagai bagian dari jam'iyyah PERSIS, seluruh unsur pendidikan mengemban amanah besar untuk mencetak generasi tafaquh fiddin, yakni generasi yang unggul secara intelektual, kokoh dalam aqidah, dan tertib dalam beribadah sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.


Ia menambahkan, seminar ini diselenggarakan bukan sekadar rutinitas belaka, melainkan sebagai ikhtiar untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai dan sistem pendidikan khas PERSIS di lembaga masing-masing.


Catatan Partisipasi Asatidz


Ketua panitia, Drs. Asep Sahidi Rahmat, yang juga Bidang Garapan Tarbiyah PC PERSIS Banjaran, melaporkan bahwa dari 371 asatidz yang diundang, seminar ini dihadiri oleh 124 orang, atau sekitar 35 persen dari total undangan.


"Panitia sudah berusaha mengoptimalkan partisipasi asatidz, namun hasilnya baru sekitar 35 persen atau 124 dari 371 asatidz yang hadir. Semoga seminar berikutnya bisa lebih baik," ujar Ustaz Asep.


Ia menyampaikan terima kasih kepada asatidz yang berkenan hadir, dan mengimbau agar hasil seminar ini turut disampaikan kepada rekan sejawat yang berhalangan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menyebarluaskan ilmu.


Metode Andragogi dan Penguatan Pemahaman Kurikulum


Materi disampaikan Dr. Acep Saefuddin dengan pendekatan andragogi yang interaktif. Sesi diawali dengan kuis digital berbasis aplikasi daring, yang diikuti peserta melalui ponsel masing-masing. Peserta dengan jawaban benar ditampilkan pada layar utama dan memperoleh bingkisan buku.


Selepas sesi kuis, narasumber membuka pembahasan inti dengan mengangkat pertanyaan mendasar mengenai pentingnya pembaruan kurikulum, yang disambut aktif oleh para peserta melalui diskusi dua arah.


Dalam paparannya, Dr. Acep juga menegaskan bahwa cakupan tafaqquh fiddin tidak boleh dipersempit hanya pada pencetakan muballigh.


Menurutnya, kader hasil pendidikan PERSIS semestinya juga mampu tumbuh menjadi teknokrat, ekonom, praktisi hukum, tenaga medis, maupun ilmuwan di berbagai disiplin ilmu, selama tetap dilandasi pemahaman agama yang kokoh.


"Tafaqquh fiddin ini bukan hanya mencetak muballigh, melainkan harus tumbuh pula teknokrat, ekonom, dan posisi-posisi strategis lainnya," ujarnya.


Iamenekankan bahwa kurikulum khas pesantren PERSIS dirancang untuk melahirkan kader yang menguasai ilmu agama, sekaligus kompeten di bidang keahliannya masing-masing.


Harapan ke Depan


Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum khas pesantren PERSIS secara lebih merata di seluruh lembaga pendidikan di lingkungan PC PERSIS Banjaran.


Pengurus juga berharap tingkat partisipasi asatidz pada kegiatan serupa di masa mendatang dapat lebih ditingkatkan, mengingat pentingnya kesamaan persepsi dalam menjalankan visi pendidikan jam'iyyah.


[]


Kontributor: Herdiana

BACA JUGA:

Kunjungi PC PERSIS Banjaran, Ketua Umum: Keberhasilannya Patut Dicontoh

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah