Flores - Gempa yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan dan fasilitas publik. Rumah warga, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas umum, hingga jalan dan jembatan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan hingga berat sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan kemanusiaan terus berdatangan. Pemerintah bersama berbagai yayasan dan lembaga nonpemerintah menyalurkan bantuan berupa sembako, logistik, tenda darurat hingga pendampingan pemulihan psikologis bagi warga terdampak.
Kafilah Du’at Pimpinan Pusat PERSIS turut mengambil bagian dalam penanganan pascabencana melalui relawan lokal. Reza Amri, salah satu Kafilah Du’at PP PERSIS, ikut membantu menyalurkan bantuan dari sejumlah lembaga kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Reza mengatakan, keterlibatannya sebagai relawan lokal menjadi bagian dari upaya membantu warga Flores melewati masa sulit setelah gempa. Menurut dia, kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak tidak hanya berupa bantuan logistik, tetapi juga pendataan dan asesmen untuk menentukan kebutuhan lanjutan.
Ia juga terlibat sebagai relawan lokal bagi tim Sigab PERSIS atau PERSIS Peduli yang turun ke Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Di lokasi tersebut, Reza bersama tim membantu melakukan pendataan dan asesmen terhadap rumah warga serta masjid yang mengalami kerusakan parah.
“Langkah itu diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan sekaligus memetakan warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara,” kata Reza dalam keteragan tertulisnya, Ahad (27/9/2026).
Menurut Reza, pendataan menjadi penting karena masih terdapat rumah warga yang sudah tidak layak dihuni akibat kerusakan gempa.
“Hasil asesmen tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyiapan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak,” tambahnya.
Selain menyalurkan bantuan, ia menilai kehadiran relawan di tengah masyarakat juga penting untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan di lapangan. Karena itu, proses asesmen dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi warga dan tingkat kerusakan secara lebih akurat.
Bagi Reza, penanganan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar masyarakat tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.
“Bantuan dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sampai kondisi warga berangsur pulih,” tutur dia.
Ia pun berharap, masyarakat Flores dapat melalui masa pemulihan dengan ketabahan dan kesabaran. Dukungan kemanusiaan, menurutnya, perlu terus diberikan hingga warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
BACA JUGA:PP PERSIS Instruksikan Aksi Solidaritas NTT, Gerakkan Lingkungan Jam’iyyah untuk Galang Dana Kemanusiaan